SI MISKIN YANG KAYA

Kisah Para Rasul 20:32-35

Setiap negara umumnya membuat kategori: Miskin-kaya melalui pendapatan perkapita. Jadi definisi kemiskinan ataupunkekayaan diukur melalui penghasilan yang diperoleh.
Nah, Bagaimana kita memahami kemiskinan dan kekayaan dalam iman,?
Kita dapat mengartikannya berdasarkan pandangan lain: Miskin atau kaya itu dapat diukur dari: memberi ataukah menerima. Siapa yang memberi dia itu kaya. Siapa yang menerima dia itu miskin.
Ada cerita sang kakak dan adik, mereka adalah yatim Piatu, untuk menghidui dirinya, ia menjadi pengangkut belanjaan dipasar.
Ia sudah putus sekolah tapi masih membiayai adiknya yang bersekolah di sebuah SMA. merekasadar akan keberadaan mereka.
sayangnya si adik sering menjadi bahan tertawaan dan ejekan orang-orang lain termasuk teman sekolahnya.
Tapi sang adik punya kelebihan yaitu: Karunia untuk mendengarkan keluhan teman-temannya. Kalau ada yang mengalami masalah, dia bersedia mendengar dan memberi saran-saran yang sangat berarti. Lama kelamaan ia semakin disukai banyak orang, menjadi sandaran curhat bagi mereka yang sedang kesusahan untuk berbagi cerita.
Suatu Hari sang adik berkata kepada kakaknya: "Kak,... ternyata saya tidak miskin, saya memang tidak punya Uang, tapisaya punya sesuatu yang bisa diberi kepada orang lain. saya bisa mendengarkan keluhan dan kesusahan mereka lalu memberi saran-saran berharga yang ternyata dapat menolong mereka. saya tidak miskin, karena dapat memberi.
Bandingkan cerita ini: Ada seorang pengusaha besar, tapi masih saja memeras pegawainya, pengusaha ini dapat dikategorikn miskin, meski dia kaya, Tapi sesungguhnya ia miskin karena masih saja mengambil dan mengambil, walau kita tidak punya harta berlimpah tapi jika memberi dan memberi, meski tidak dalam bentuk uang,  maka kita dapat dikategorikan sebagai orang kaya dan berbahagia.
Tuhan yesus sendiri berkata: "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima"
Kita disebut kaya bukan krena kita kaya, tapi terutama karena kita mampu membuat orang lain menjadi lebih kaya dari pada diri kita.
kita adalah orang yang kaya sebab kekayaan tak hanya di ukur dengan uang.
Dasar kekayaan kita adalah iman kepada YESUS KRISTUS, yang oleh kamu menjadi miskin, sekalipun ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinanNYA".
Allah Bapa kita demikian kaya, maka kekayaan sorgawi itu pasti menjadi milik kita juga.
Jangan kita menjadi orang yang hanya melamun merenungi dan malas bekerja.
Bila kita seperti itu atau hanya suka mempersalahkan orang lain, maka percayalah: seluruh potensi kita pasti hancur lalu kita akan kehilangan percaya diri.
Kini marilah kita bangkit, mencipta inovasi dan membuat hidup kita jadi berarti.
Jangan Lupa memulainya dengan doa dan ucapan syukur.
Tuhan yesus pasti akan menolong kita. Damai Sejahtera Besertamu. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed by Animart Powered by Blogger